Senin, 16 Oktober 2017

Kuliah Kerja Mahasiswa dengan rasa Kuliah Kerja Main (2)

Ya, lanjutan dari part 1 kemarin. Ada kemungkinan yang kedua ini lebih singkat atau lebih panjang. Yang pasti, saat aku mengetiknya, aku sedang dalam mode sangat mampet.

Oke, menjalani KKM di Desa Peniti itu pengalaman ga terlupakan dan kusadari karena 1 hal .. Our relationship. Semua karena rasa humor, kebiasaan, kebosanan bersama, pergi mancing bareng, dan tidur bareng yang ga ada duanya.
Hal ini juga sama seperti pengalaman waktu aku ujian SD dulu, kita 1 kelas pernah tidur bareng juga meskipun terpisah rumah khusus murid perempuan dan laki-lakinya.

Secara keseluruhan, selama 1 bulan itu kita ga banyak kerja (tadinya antusias mau galangin banyak acara, tapi entah kenapa uda ga semangat aja gitu). Aku dan Marielyn itu deket selama kita KKM. Ya tadinya dikampus juga temen baik, cuma pas di KKM itu lebih dekat lagi karena ... mungkin karena kita sama2 chinese (rasis, oke) dan kita berdua yang rajin pulang ke Pontianak setiap Sabtu-Minggu.

Ada kebiasaan baru yang kita alami setiap bangun pagi selama sebulan. Yakni dapat ucapan selamat pagi (percayalah aku ngetik sambil ketawa, karena ini lucu sekali). Yaaa aku percaya ga semua keluarga itu tiap bangun pagi anaknya disapa ama orangtuanya dengan ucapan selamat pagi, mungkin hanya aku yang alamin, jadi aku ga gimana masalah. Namun yang unik, ini yang ucapin adalah Best Buddy kami, Redha.

For Your Information dia bukan pria lembek, hanya saja metropolis (apaan sih)
Ya karena dia sebenarnya pemuda dengan sejuta semangat dikepalanya, tapi hobinya main gosip juga bareng anak perempuan. Redha itu posisi tidurnya di ruang tengah, sama anak-anak cowok lainnya, tapi dia senang sekali masuk kamar Bad Girl. Jangan pikiran kotor, karena tujuannya masuk cuma buat bilang "Selamat pagi anak dare~ bangunnya pagi sekali ya," itu adalah sarkasme karena saat diucapkan, belum ada yang bangun dari tidurnya. Redha selalu bangun jam 5 pagi buat sholat dan buat mengganggu orang lain. Selain itu, tugas bangun paginya adalah supaya dia bisa pergi ke pasar untuk beli bahan sarapan dan makan siang.

Selama KKM aku sering tidur tengah malam dan bangun terlalu pagi, tepatnya jam 4 subuh. Hahaha, entah kenapa tapi kenyataannya begitu. Jadi, kalo si "cucok meong" alias Redha masuk kamar, sebenarnya aku sudah bangun, cuma masih guling-guling aja.

Seminggu setelah tau kebiasaan good morning dari Redha, Marielyn sepertinya risih ahahaha dan selalu mengingatkan kita untuk kunci pintu kamar (supaya paginya Redha ga mondar mandir kamar). Kamar itu sempit, sisi-sisinya uda penuh dengan koper, dan karpet dan alat tidur kita yang seadanya. Dan berhamparanlah manusia disana. Ya ampun sempit luar biasa. Tapi bersyukurnya ga ada yang ngeluh apalagi sampai cekcok rebutan tempat wkwkwk.

(akan kumasukkan foto saat aku membawa flashdisk ku).

Kegiatan kita sehari-hari itu bantuin perangkat desa selama bulan Agustus, yang bertepatan juga dengan beberapa agenda untuk lomba HUT RI. Di desa ini gak hanya ada kita, ada juga kelompok KKM dari universitas lain. Waktu itu ada 3 univ lain di desa itu termasuk kami. Dan untuk kegiatan lomba HUT RI, berkumpullah kita membentuk kepanitiaan.


Sabtu, 07 Oktober 2017

Kuliah Kerja Mahasiswa dengan rasa Kuliah Kerja Main (1)

once when I ran away
Well, aku adalah wanita paling baik karena tak pernah bosan menyapa ... (you can laugh now) siapa saja yang baca blog ini. Ai know ini tidak ada unsur pengetahuan atau apa lah, blog ini sepertinya jadi jurnal aja. Jadi sesuka hati aja nulis dan posting disini. Hahahaha

Nah, karena tidak terasa saya sudah semester 7 sekarang (bohong banget, 2 tahun kuliah itu berasa nyata) dan tibalah waktunya untuk pergi mengabdi pada masyarakat.... mengaplikasikan teori yang selama 6 semester dipelajari (bohong lagi, padahal gak ada praktekkan teori apapun selama KKM) kepada masyarakat (pfffftttttt)

Jujur sih cerita ini wajib banget dan sayang banget kalo ga di tulis, diposting, atau disimpen. Karena ini pengalaman berharga. Namaku tadinya ga ada didaftar kelompok mana pun. Ini terjadi sekitar bulan Juli 2017. Ujian terakhirku itu Juni, dan menjadi kelas terakhir juga, karena di semester 7 sudah full praktikum. Aku ga panik sih waktu namaku ga ada didaftar kelompok mana pun, karena pikirku, mungkin aku akan ditempatkan di sekitar daerah Sekadau (I dont wish it, tapi seandainya beneran terjadi pun no problem).

Eh, di minggu terakhir bulan Juli, muncullah namaku di kelompok 7. Kelompok yang super asyique karena mereka semua pelawak (engga ding, ada juga yang ga hobi ketawa wkwk). Dan destinasi liburan kami (wait, bukan liburan loh), maksudnya lokasi KKM kami adalah Desa Peniti Dalam 1, setengah jam perjalanan dari Pontianak, tepatnya kalo dengan perhitungan perjalanan bebas macet dari Jalan Ayani (karena kita melewati jalur jembatan tol yang kalo di jam tertentu, kamu bisa menua di jalan raya).

Mau liat rumah singgah kami selama 1 bulan ?? Hahaha, kami diberi fasilitas tempat tinggal dari masyarakat desanya, yaitu mess polisi yang angker (katanyaaaaa, nyatanya mah ga angker 100%).

Isinya 2 kamar, 1 wc dan 1 dapur kecil, Kondisi awalnya itu kosong melompong, dan lantainya keramik putih kinclong.
Berhubung kami ber-13 orang, hahaha dan puji Tuhan sekali karena mess itu muat untuk kita tidur. For your information aja, ga semua anggota kelompok ini badannya kecil. Jadi kalo tidur, termasuk harus hemat tempat satu sama lain.

Oke, di seri 1 ini aku kenalin anggota kelompok aja dulu ya, karena aku nulis ini di jam 2 dini hari dan aku perlu tidur man teman ....
Ketua kelompok, nama kerennya Muhammad Redha, nama gelarnya 'cucok meong'. Dia adalah ketua kelompok yang menggiring kebiasaan baru untuk semua anggota kelompok, yaitu membully dia setiap saat. Lalu ada bang Aris yang kurus kerempeng dengan kumis dan rambutnya yang bikin cewek iri (gondrong yang terurus dengan baik), Marco yang rada aneh anaknya (candaan dia sering garing, meskipun dia hatinya baik) dan khas dengan logat dayak kalo ngomong nadanya lucu sekali. Gema, si pendiam yang tidak bisa diam (ada aja yang dia kerjakan) dengan hobi tidak makan sayur dan tidur dibawah teriknya matahari. Sumadi, si cowok rambut rejoice, dan tentu saja bahan bullyan. Sholhan, BIG GUY of this house hahahaha.

Para lelaki jantan itu tidurnya di ruang tengah. Kasian sih, aku sebenarnya ga tegaan, mengingat aku punya adik cowok juga, aku merasa kalo adikku dapat kondisi seperti ini aku ga sampai hati. But, karena perempuan diutamakan disini, jadi 2 kamar itu di isi oleh tuan putri. Good girl dan Bad girl. Nama kamar yang ditentuin sama ketua kelompok. Beliau itu cerdas sekali (sudahlah). Oke, di kamar Bad girl itu ada aku (jangan tanya aku 'bad' dibagian mananya). Marielyn, vokalis of house yang takut serangga (dan yang ajarin tiap anak perempuan disana berdandan). Putu, yang jago masak (makanan dia enak beud) tapi dia bukan head chefnya, head chefnya itu Zhazil, yang paling sering jadi bahan bullyan setelah ketua kelompok. Sambal buatan Zhazil itu endess.
Oke, di kamar Good girl itu ada Widya, our Moana. Dian yang hobi tidur (dan guling-guling) dan pasangan setianya, Anggi.

Ini dulu ya, ai need sleep
(ZzzZzz)

Jumat, 18 November 2016

HALLOW'S EVE 2016

Uda lama banget aku pengen posting di blog ini. Aku kasih rahasia, kalau ada pembaca yang memperhatikan (kalo ada~) sebenarnya blog ini tuh gaje banget. Ada postingan tentang pelajaran, ada postingan tentang pengalaman, dan ada postingan memalukan waktu aku lagi baper sendirian di dalam kamar dengan suasana hujan di luar sana (ah au ah). Ih syukak banget pake font ini, teringat masa alay yaaa hahahhaa

Yang sebenarnya saya sudah move on (penting gituhh?) hahaha, sekedar konfirmasi atas tindakan tidak menyenangkan yang saya lakukan dengan memposting tulisan baper beberapa waktu lalu (udahan please)..

Kondisi sekarang, aku kebosanan dan hari ini sungguh tantangan, hahaha. Semoga jangan kalian contohi, aku mengerjakan tugas UTS sejam sebelum ujian mau dimulai (oke, itu menebarkan sekali).
Akhir-akhir ini rasanya aku cepat bosan, tidak tanggap, linglung, tidak merasa apapun menarik. Itu tidak baik ._.

Jadi disinilah jariku berakhir….mengetik tulisan (apaan)
Hehe, aku mau cerita aja la kalo gitu, tentang pengalaman pertamaku jadi panitia event organizer untuk acara Halloween (ini event besar sungguhan).


Jadi ceritanya aku berkesempatan (setelah menunggu dipanggil sekian hari) jadi panitia hallow’s eve 2016. EO yang bertanggungjawab ngadain acara ini adalah DiAmOnD group dan ruby group. Tadinya aku dipercayakan di bagian ticketing, bagian buat jual tiket sebanyak-banyaknya. Hehe…dari 10 yang dipercayakan, gw Cuma berhasil jual 2 tiket. Bhahaha
Ennnn pindah divisi. Menjelang 10 hari sebelum hari H saya dipindahkan ke divisi lain, café. Rada aneh sih masuk divisi ini karena bakatku sama sekali …. Errr bergitulah. Ya tapi jalani aja lah ya hahaha. Toh kenyataannya ga sulit kok, tugas kita ternyata hanya melayani pembelian, buatin minuman, dan goreng sosis+mie instan.
Selain tugas2 tersebut over all panitia lain juga sangat ramah dan aku punya banyak teman baru. Ya bedanya aku gak sedekat yang lain, karena ternyata pembentukan panitia sudah dimulai sejak 6 bulan sebelumnya.
Ada satu orang penanggungjawab (bukan ketua panitia) yang namanya ___ ko adit. Rumor yang beredar kalo beliau ini hobi marahin orang dan tempramen. Haha, gak kok man teman, beliau sangat baik (jangan percaya). Yaaa… emang mungkin ada marah2 tapi kayaknya di depan para coordinator divisi kali, kalo ke panitia lain gw liat ya normal-normal aja.
O ya by the way aku mau kasi lihat menu yang kami jual di café waktu itu :




So, ada pop corn, yang kayak jari tangan itu roti tawar+ jelly stroberi, jelly milo yang kayak cacing tanah, bolu enak kayak eek kucing, dan ada menu lainnya yang gak difoto. Sayangnya, yang susah-susah di bikin seram ini makanan yang tidak laku. Orang-orang Pontianak ternyata tidak se-ekstrem yang kukira. Mc-nya waktu itu nyobain jelly milo, eh ga habis, katanya lembut-lembut mirip cacing beneran (lah?)
And now gua mau nunjukin keprihatinan gw soal sampah yang betebaran dimana-mana sepanjang acara. Jujur aja aku kalo jadi pengunjung akan sangat jijik dan tidak nyaman. Sampah, men… di tumpuk dan mengundang banjir dan nyamuk…….. iuh.
Karena faktor cuaca juga, tanah tidak kondusif dan… silahkan lihat sendiri.




Jujur aja, gw salut sih sama panitia yang bener2 kerja ekstra buat acara ini bisa berjalan 3 hari. Mereka sampai gak tidur beberapa malam, gak mandi, ada yang bermasalah sama absensi sekolahnya karena rata2 panitia itu masih sma. Tapi mereka kompak banget buat bikin acara ini berjalan lancar. 

Sayangnya ya itu aja, hujan yang bikin acara ini kurang menarik minat. Sampah itu… haduh gw risih liat orang2 buang sampah sembarangan. Dimana berjalan disitu buangnya. Pas acara selesai panitia yang pungutin. Pengen banget liat masyarakat, terlebih anak-anak muda tuh yang gaul dan peduli lingkungan. Setidaknya sampah buang pada tempatnya. Kalian kan pernah sekolah semua, gw yakin setiap sekolah pasti pernah keluarin aturan sampai sanksi macem2 buat yang buang sampah sembarangan (ngomel-ngomel deh).

Ya saya dengan tulus berharap, pemkot nyediain tempat sampah public lebih banyak. Ya gunanya supaya orang gak buang sembarangan. Dan semoga tempat2 penyewaan umum kayak lapangan gitu lebih mendapat perhatian tanahnya, setidaknya bebas banjir dan becek lah kalo hujan (gak mau tau gimana pun caranya #maksa). Karena EO di Pontianak ini sering adain acara. Mau sama-sama enak dong nikmatin acara? Ya harus perbaiki tempatnya.
Yang pasti, kalo ada event lagi……
Gw pasti ikut jadi panitia lagi :D sangat menyenangkan. Tunggu cerita event selanjutnya yaaa